KUOK – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Desa Persiapan Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, kembali menggelar tradisi tahunan yang meriah.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya lokal, rangkaian kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Pulau Belimbing, Dodi Osman, SE, menyatakan bahwa agenda utama tahun ini berfokus pada kegiatan sosial dan syiar budaya melalui perhelatan Pacu Sampan yang dipusatkan di Dermaga Pulau Belimbing 2.

Dodi menjelaskan bahwa kegiatan Pacu Sampan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari (15 - 17 Februari) hari Minggu hingga Selasa sore.
Perhelatan yang diikuti 17 tim pacu sampan ini merupakan pembuka menuju puncak tradisi Balimau Kasai yang dilaksanakan pada hari terakhir sebelum memasuki 1 Ramadan.
"Pacu Sampan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan event tahunan yang sudah menjadi jiwa masyarakat kita. Untuk tahun ini, pesertanya tidak hanya dari warga lokal Kampar, tetapi juga terbuka bagi peserta dari luar kecamatan," ujar Dodi saat diwawancarai, Senin (16/2/2026).
Pacu Sampan yang dilombakan ini melawan arus sungai kampar, mempperebutkan Piala bergilir Bupati Kampar Ahmad Yuzar
Kegiatan ini tercatat memiliki sejarah panjang di wilayah tersebut. Menurut Dodi, ajang ini telah menjadi agenda rutin yang dinantikan, bahkan telah memasuki tahun-tahun yang konsisten sebagai ikon wisata religi dan budaya di Kecamatan Kuok.
Selain kemeriahan di sungai, Desa Persiapan Pulau Belimbing juga mengedepankan sisi religius dengan mengadakan penyantunan anak yatim. Hal ini dilakukan agar kebahagiaan menyambut bulan suci dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Ada sekitar 18 orang anak yatim yang kita santuni dengan memberikan mereka uang sebesar Rp 400.000/orang, yang mudah - mudahan bisa merwka gunakan dalam mwnyambut bulan suci Ramadhan,' sebut Dodi.
Dodi Osman berharap melalui momen Ramadan tahun ini, semangat kebersamaan masyarakat semakin kuat.
"Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, silaturahmi kita semakin terjaga. Warga yang merantau, bahkan yang dari luar negeri seperti Malaysia, biasanya pulang ke kampung halaman untuk momen ini.
"Intinya adalah memperkuat ukhuwah," tambahnya.
Pemerintah Desa juga secara terbuka mengundang masyarakat dari luar daerah, seperti Pekanbaru hingga warga dari Provinsi Riau lainnya, untuk datang menyaksikan kemeriahan tradisi di Pulau Belimbing.
"Pintu wisata dan silaturahmi kami terbuka lebar. Siapa pun, baik dari Pekanbaru maupun kabupaten tetangga, silakan berkunjung untuk menyaksikan Pacu Sampan dan merasakan suasana menjelang Ramadan di desa kami," pungkas Dodi.
Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan, acara Balimau Kasài warisan Budaya Kampar swhari jelang bulan suci Ramadhan ini akan berpusat di area Dermaga Pulau Belimbing 2, yang menawarkan pemandangan khas pinggiran sungai Kampar yang asri.
Reporter : Dirman
#Kampar #Kuok #Balimau Kasai #Pulau Belimbing