KAMPAR — Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim, menyebut pembangunan jalan produksi menjadi faktor penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya petani sawit.
Menurutnya, jalan produksi memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antara kebun masyarakat dengan pabrik, sekaligus menentukan kelancaran distribusi hasil panen.
“Jalan produksi sangat berpengaruh terhadap kualitas dan harga jual TBS sawit, sehingga berdampak langsung pada pendapatan petani,” jelasnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tersebut juga merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap kebijakan nasional, di mana kelapa sawit menjadi salah satu komoditas strategis penyumbang devisa negara.
Pemerintah pusat sendiri, lanjutnya, terus mendorong berbagai program seperti peningkatan produktivitas, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hingga penguatan hilirisasi dan daya saing global.
Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan daerah, terutama dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti jalan produksi.
Selain meningkatkan pendapatan petani, pembangunan jalan produksi juga mampu menekan biaya logistik, mendorong tumbuhnya usaha transportasi dan UMKM di pedesaan, serta meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
Marahalim menegaskan, pembangunan yang dilakukan Pemkab Kampar di bawah kepemimpinan Bupati Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti bukan sekadar pembangunan fisik semata.
“Ini adalah akses ekonomi masyarakat, bagian dari penguatan daya saing sawit rakyat, sekaligus kontribusi daerah terhadap ekonomi nasional,” pungkasnya.
(Adv)
#Disbunnakkeswan #jalan produksi