KAMPAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, Rusdi Hanif, menilai persoalan genangan air yang kerap muncul di Kota Bangkinang Ksaat hujan deras dipengaruhi tingginya intensitas hujan serta keterbatasan kapasitas saluran drainase yang ada.
Menurut Hanif, genangan air yang hanya berlangsung beberapa jam setelah hujan deras masih tergolong wajar.
Namun, apabila air menggenang hingga berhari-hari, kondisi itu menandakan adanya persoalan pada sistem drainase atau saluran pembuangan akhir.
“Kalau genangan air itu sifatnya hitungan jam setelah hujan deras, itu masih wajar. Sedangkan Kota Mekkah dan New York aja juga terdapat genangan air, Tetapi kalau sampai berhari-hari, berarti ada persoalan pada saluran drainase atau pembuangan akhirnya,” kata Hanif, Senin (22/6/2026).
Ia mengakui, sistem drainase di Bangkinang memang masih menghadapi sejumlah persoalan. Jaringan drainase kota yang dibangun sekitar 2009 hingga 2011, kata dia, kini mengalami penyempitan dan sedimentasi di beberapa titik.
Karena itu, Dinas PUPR Kampar melalui bidang terkait telah melakukan pembersihan saluran, pengangkutan sampah, serta penanganan sedimentasi secara bertahap.
Hanif mengatakan, dirinya juga telah meminta Bidang Cipta Karya untuk memeriksa saluran-saluran yang tersumbat dan menyiapkan langkah pemeliharaan.
“Saluran-saluran yang tersumbat segera diperiksa, lalu dianggarkan untuk dilakukan pemeliharaan dan pembersihan,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah titik genangan, seperti kawasan Gang Alkuning, Jalan Mayor Ali Rasyid, Pasar Atas, dan beberapa lokasi lain, kini mulai diinventarisasi untuk penanganan lanjutan.
Meski demikian, Hanif menegaskan pembangunan drainase baru tidak bisa dilakukan secara cepat karena bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
“Pembangunan itu tidak bisa seperti membalik telapak tangan. Harus bertahap, kontinu, dan berkesinambungan. Kuncinya memang anggaran.
Infrastruktur itu sangat bergantung pada anggaran, tanpa anggaran tentu tidak bisa berubah cepat,” kata dia.
(Dir)
#Kota Bangkinang #hujan deras #genangan air